Mengulang Kemampuan Membaca Partitur Piano

Hello everyone!

Setelah berbulan-bulan lamanya saya tidak membuat blog disini rasanya jadi agak bingung dan serba salah karena malah sibuk memakai blog platform lain yang ternyata servisnya tidak sebagus WordPress.

Sudah hampir seminggu ini saya kembali bergairah baca partitur piano dibantu oleh buku “Piano Scale & Arpeggios Grade 4 ABRSM”.

image
Buku Piano Scale & Arpeggios Grade 4 ABRSM milik saya

Jujur saja awalnya saya merasa asing bertemu deretan notasi balok disebabkan kegemaran membaca partirur sudah lama terlupakan. Beruntung di smartphone saya ada beberapa aplikasi belajar notasi. Saya instal Note Trainer Lite (versi gratis) & Sight Reading Improver. Dalam waktu 3 hari saja saya sudah menguasai treble & bass clef. Kemudian, hari berikutnya saya mulai lagi dari awal halaman buku ABRSM, juga mengunduh beberapa piecesnya Beethoven, Chopin, Mozart dan Vivaldi.
Oh ya, saya sempat juga upload piano sheet Moonlight Sonata – Beethoven di akun Dropbox saya disini (Format PDF).

image
Screenshot Moonlight Sonata’s Sheet

Ada kekecewaan saat saya mencari piano sheetnya Enya. Susah sekali mendapatkan link downloadnya yang gratisan. Saya diharuskan untuk membelinya. Belum rejeki nih.. Rencana nabung minggu ini pun bukanlah untuk beli buku notasi Enya, melainkan buku terbitan ABRSM lagi dengan tema sight reading.

image
Specimen Sight Reading Test ABRSM Grade 1

Entah kenapa saya selalu tertarik dengan dunia piano dan partitur. Minat terhadap musik klasik & relaxing tak pernah lekang oleh waktu meski bertahun-tahun saya selalu urung belajar piano atau baca partitur. Mungkin memang disinilah dunia saya. Saya tidak pernah merasa tertekan setiap kali bermain piano atau pada saat baca partitur. Saya merasa lengkap. Jauh berbeda dengan bermain instrumen alat musik selain piano yang pembawaannya sering membuat saya malah jadi stress dan cenderung depresi berlebihan. Saya rasa stress itu disebabkan oleh ‘salah jalur’. Bertahun-tahun saya hidup keluar dari alurnya. Buat apa main musik kalo gak ada passion sama sekali. Kemampuan tanpa kenikmatan tak lebih merupakan pamer yang hampa.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s