Piano, Romanticism & ABRSM

Udah hampir sebulan aku gak pernah buka akun FB. Sibuk ngurus Willem & rumahtangga. Aku sekarang terbiasa bangun pagi very early in the morning sekitar jam setengah 5. Guess what? Jam 6 udah selesai mandi. Mulanya aku buat jadwal rutin menggunakan aplikasi GTask seperti kapan aku harus bangun, mandi, sarapan dll. Tentu sebelumnya juga harus disesuaikan dulu dengan rutinitas Willem. Alhasil, hari-hariku kini gak membosankan lagi. Ada banyak sekali hal yang bisa kulakukan dalam satu hari dan itu terasa menyenangkan. Membuat hidupku terasa lebih berarti.

Ada perubahan musikalitas juga. Aku sekarang sangat fokus main piano. Aku ingin bisa lulus ujian ABRSM, yaitu Associated Board of Royal Schools of Music di London, dan mendapat gelar Diploma sampai Master.  Minggu kemarin aku beli buku Piano Scales & Arpeggios terbitan ABRSM Publishing dari sebuah situs online book store Bandung. Isi materi bukunya berupa keseimbangan fingering kanan-kiri, major/minor scales, dan arpeggios. Sangat baik untuk latihan jari dan kemampuanku membaca not balok partitur, meskipun begitu aku tetap berencana untuk beli buku-buku tentang metode pembelajaran Sightreading baik terbitan ABRSM maupun penulis individual seperti Jane Bastien, dll.

image

Kesibukanku itu membuatku kembali bergelut dengan musik Klasik. Terutama Romanticism. Aku mengagumi jaman Romanticism bukan hanya dari segi musiknya saja, tetapi juga karya seniVisual Art, literatur (sastra) & arsitektur bangunannya. Meski memang menurutku arsitektur bangunan jaman Medieval lebih unik, seperti kastil-kastil kerajaan Eropa, aku ingin sekali punya rumah pribadi di salah satu kastil Eropa.